Monday, February 23, 2015

Sebuah Simfoni

Malam sunyi ku impikanmu, ku lukiskan kita bersama, namun selalu aku bertanya adakah aku di mimpimu.
Di hatiku terukir namamu, cinta rindu beradu satu, namun selalu aku bertanya adakah aku di hatimu.

Telah ku nyanyikan alunan-alunan senduku, telah ku bisikkan cerita-cerita gelapku, telah ku abaikan mimpi-mimpi dan ambisiku, tapi mengapa ku takkan bisa sentuh hatimu.

Bila saja kau di sisiku, akan ku beri kau segalanya, namun tak henti aku bertanya, adakah aku di rindumu.

Tak bisakah sedikit saja kau dengar aku, dengar simfoniku, simfoni hanya untukmu.

Sunday, February 22, 2015

IBU

Memang nyata Cinta dan Kasih seorang Ibu, disaat buah hatinya merintih karena kejamnya dunia Ibu selalu tahu keadaannya, disaat anaknya butuh belas kasih belas kasihnya datang tanpa henti dan tanpa meminta balasan. Hanya Mama yang selalu mengerti.

Wednesday, February 18, 2015

Entahlah !!!

Mau bagaimana lagi, saat mimpi dan realita semakin bertolak belakang. Saat setiap manusia hanya bisa menilai sisi buruk dari manusia lainnya, saat mereka hanya mampu mencemooh dan mengintimidasi sesamanya tanpa ada keinginan untuk mengetahui apa yg orang lain fikirkan, saat para kerabat memutuskan untuk membebankan segala urusan kepada seorang pelayan dan saat semuanya berantakan tak satupun yang melirik. Inikah sistem yg dulu kalian banggakan? Untuk apa juga saling menyalahkan? Toh ujung2nya hanya si pelayan yg akan kalian salahkan.

Yang perlu kalian tahu, ada harapan yang hancur, ada tali silaturahmi yang mulai menipis dan ada Mimpi yang kandas di tempat ini.
Katanya kurang manajemen, apa betul itu yang kurang, bukankah yg akan di manajemen yg hilang entah kemana?
ENTAHLAH, bingung aku memikirkannya.

dan Entah, apakah aku benar-benar menikmatinya atau hanya berpura-pura saja menikmatinya.

Tuesday, February 17, 2015

Monday, February 9, 2015

Tangisan dari Timur

Kami hidup di tanah subur ini, tapi tak bisa menghasilkan apapun,
Kami hidup di tanah yang kaya akan segalanya, tapi tak bisa menjadi makmur,
Kami sejatinya adalah manusia pribumi, tapi bagaikan binatang ternak milik negeri,
Kami yang bekerja keras, tapi mereka yang menikmatinya,
Kami yang katanya merdeka, tapi kenyataannya terinjak-injak.

Pembangunan yang merata, itu kata mereka, kata para pendusta yang memberikan janjinya saat pesta rakyat, tapi kenyataannya mana? mana pembangunan itu? Nyatanya hanya kota besar saja yang mendapat pembangunan. desa kami bagaimana? tempat kami beradu nasib ini tertinggal jauh dari kota-kota yang katanya memiliki kehidupan yang makmur. 
Lantas kami bersuara, "LUPAKAN SAJA KAMI, BIARKAN SAJA TANGISAN KAMI, BIARKAN SAJA ANAK CUCU KAMI MATI KELAPARAN, URUS SAJA URUSAN KALIAN !!!" itu teriakan kami kepada para bedebah kotor yang menggerogoti negeri ini, negeri yang kami cintai.

Negeriku sayang, mengapa engkau harus jatuh ke tangan para biadab itu, mengapa engakau harus di jual ke tangan para INVESTOR ASING? kenapa kau direbut dari tangan kami para pribumi? wahai para pemegang tahta, dengarkan suara kami, lihat tangisan kami ini atas duka yang melanda negeri ini. apakah manusia pribumi sudah tak mampu lagi membangun negeri ini? apakah manusia pribumi sudah tak mampu lagi menjaga sang ibu pertiwi? sehingga kalian menjual ibu pertiwi kami ke tangan para makhluk asing itu. apa yang kalian fikirkan bedebah? tak cukupkah harta yang kalian peroleh? mana janji kalian dulu? janji untuk melindungi negeri ini.

Kami kaang tertawa melihat kebodohan kaian dalam mengambil keputusan, tetapi di balik itu kami meneteskan air mata untuk negeri ini. 

apakah negeri ini sudah menjadi negeri para bedebah? 

tidak kawan, masih banyak dari kami yang memikirkan kejayaan negeri ini.

Sunday, February 8, 2015

Saturday, February 7, 2015

Wednesday, February 4, 2015

Sendiri

Di tengah belantara kunikmati nyanyian sendu Sang Alam,
Bernyanyi indah membawa ketenangan
Di satu sisi aku merasa tenang
di peluk peluk keindahan Sang Bunda Surgawi
di sisi lain aku merasa sangat sepi
di tinggalkan maaikat kecil
menyisakan kekosongan yang melompong di dalam hati yang sesak ini.

Saat ini aku haus akan kasih sayangnya.
Sendiri, ku kembali mencari cintaku yang pergi
hamparan padang hijau dan dedaunan yang berguguran
menemani jalan panjang yang entah mengarah kemana.

Andai saat ini, Kau ada di sisiku,
Pasti ku tak sendiri, menapaki kepedihan ini
dan aku tak akan berjalan tanpa arah dan tujuan.

Karena Kau aalah Tujuanku,
Karena dirimu adalah arah untuk mencapai kesempurnaan di kehidupan fana ini.
Karena Kau ku Cintai.

Kaktus Hitam


Berbagi rasa karena manusia tak bisa hidup tanpa manusia yang lainnya. Berkarya dan terus berkarya, berjalan terus dan jangan pernah berhenti untuk mencapai tujuan, mencari permata yang hilang tenggelam.

Cahaya Bulan

Perlahan dan sangat pelan, hingga mentari kembali bersinar.
Di tengah belantara rimba kupandang langit gelap yang merona merah,
Rembulan memancarkan cahaya redup seakan ingin pergi jauh,
Sangat pelan tapi pasti, cahayanya meredup dan menyisakan luka di hati,
Aku masih sendiri di sini menanti kehadirannya, di tengah keramaian aku merasakan sepi yang tak bertepi,
Di tengah kesunyian malam ku berdiskusi dengan alam yang memberi isyarat (bahasa alam),
Hingga saat ini kumasih menunggu, menunggu datangnya dirimu hingga akhir dari cerita hidupku.

Kaktus Hitam


Gambaran hati seorang kekasih yang menanti kekasihnya datang untuk kembali bersua di  tengah sunyinya malam. Kondisinya menggambarkan rasa pedih yang mendalam dan kehancuran yang ia alami. Hanya alam yang dapat mengerti akan dirinya, alam yang berbicara dengan isyarat memberinya satu harapan. Entahlah ia gila atau apalah itu, tapi dirinya mendapat pencerahan untuk tetap menunggu kekasihnya datang.
Problema hidup dalam hal percintaan memang tidak mudah, kadang kita bahagia tapi kadang pula kita merasa hancur. Itulah Cinta semu, tetapi percayalah Cinta yang Suci itu hanya membawa kebahagiaan. Karena hakikat cinta itu adalah semangat untuk menjalani hidup, seperti kata seorang pencinta, "Bukan cinta namanya kalau hanya membawa luka, karena cinta adalah perasaan yang memberikan semangat untuk mencapai segalanya."
Seorang pencinta juga harus bisa berkorban untuk mereka yang ia cintai, tanpa mengharapkan balasan apapun.

Tanda Tanya "?"

Apalah arti sebuah nama, ketika nama itu tak dikenal?
Apalah arti memiliki, ketika diri kita sendiri bukan seutuhnya milik kita?
Apalah arti kehilangan, ketika sebenarnya banyak menemukan saat kehilangan dan sebaliknya kehiangan banyak saat menemukan?
Apalah arti kebahagiaan, ketika di sela kebahagiaan ada luka yang menyusupi, dan sebaliknya apa arti kesedihan disaat ada kebahagiaan yang teselip di dalamnya?
Apalah arti Cinta, ketika kita menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? bagaimana mungkin, kami tertunduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun.
Mengapa Rindu itu sangat menusuk dan datang bertubi-tubi saat hendak melupakan?
Dan keinginan melupakan saat kita diselimuti dan diliputi rasa Rindu yang begitu mendalam.
Hingga Rindu dan Melupakan jaraknya hanya setipis benang saja...


Kaktus Hitam


Tulisan ini adalah pertanyaan-pertanyaan hati setiap insan yang terluka atas perasaan yang semestinya indah dan membawa ketenangan tapi membawa hal yang sebaliknya bagi mereka, perasaan yang dinodai oleh perlakuan yang tidak semestinya, perasaan yang tidak lagi suci dan perasaan yeng membuat hati menjadi sedingin es yang membeku.
Entah apapun itu, hal menyakitkan yang terjadi kepada setiap pencinta merupakan hal yang pasti akan dirasakan oleh setiap insan. Ada pepatah yang mengatakan, "Jangan melaut ketika takut tenggelam, Jangan bercinta ketika takut tersakiti dan hancur."

Monday, February 2, 2015

Sebuah Janji

Langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap, hitam legam, membawa angin yang berhembus kencang, dedaunan diterpanya dan terjatuh ke tanah yang kering. Hujanpun turun membasahi tanah tandus ini. derai airnya terpercik ke sana ke mari, tak menentu, bagaikan hati tandus ini setelah kepergianmu, kering keronta tanpa harapan.

Wahai Dewi Rembulan lihatlah hati ini setelah kau tinggalkan akan. Coba tanya kembali hatimu, masihkah ada secercah harapan untukku?
Masih kupegang teguh janji itu, janji yang ku ikrarkan di hadapanmu dan di saksikan Tuhan-ku.

Bimbang, hatiku bimbang, fikiranku kalang kabut entah kemana. Tapi ada satu titik terang yang ku lihat. fikiranku tertuju padamu, tentang dirimu yang membawa hatiku.

Apa kabarmu Rembulanku? ingatkah kau akan janji Kita? ingatkah kau akan kenangan indah yang kita lalui bersama?

Kaktus Hitam


Tulisan ini merupakan ungkapan hati si Kaktus saat Dia "Rembulan" menghilang entah kemana. hehehe kayaknya dalam banget cintamu. Keep Fight Kaktus !!!

Kita

Aku adalah alunan musik
dan Kau adalah liriknya
Kita sering dinyanyikan para malaikat
Menjadikan Kita satu
Dalam sebuah lagu (Cinta) kehidupan

Aku adalah sungai
dan Kau adalah airnya
Kita indah saat berdua
Alam menyatukan Kita dalam sebuah ukiran keindahan

Kau adalah embun di pagi hari
dan Aku adalah dedaunan yang jatuh hati padamu
dimana embun tak butuh warna untuk membuat dedaunan jatuh cinta

Itulah KITA dalam semua arti

Kaktus Hitam
Waesae, Barru, Suawesi Selatan
23 November 2014


Sederetan kata yang lahir di pagi buta berembun yang membawa kedamaian hati, di tengah hutan rimba dan sungai yang mengalir deras. Membawa ketenangan dan menghilangkan kepenatan setumpuk masalah yang ada di fikiran, hati dan raga. Saat itu yang terlintas adalah sosoknya, seorang gadis periang yang selalu mengisi hati ini. Bagaikan diterpa aliran sungai yang deras membawa segala penat di hati.

hahaha, maksud postingan ini hanya berbagi cerita kepada Sang Pujaan Hati.
semoga saja tersampaikan.

Thursday, January 29, 2015

Si Bodoh yang Bodoh

"Biadab Tengik", itulah kata mereka,
Kepada Dia yang takjub akan keindahan malam,
Salahkah Dia yang nyaman akan kepedihan?
Sementara kawannya menyembah indahnya bahagia,
Salahkah Dia yang cinta pada keangkuhan?
Sementara mereka memerangi keangkuhan,
Salahkah Dia yang mengharapkan cinta Sang Rembulan?
Sementara Rembulan diam tak bicara,
Salahkah Dia yang berharap pada satu hati yang mungkin tak mengharapkannya?

Dia yang terasingkan dari kawanannya...
Dia Si Bodoh yang bodoh.

Terima kasih kepada Bumi, terima kasih kepada Rembulan dan terima kasih kepada Dewi Langit akan kuasanya dan memberikan kehidupan yang penuh warna ini. Wahai para Pendusta, teruslah dustai diri Kalian, teruslah nikmati Kebodohan yang lebih pahit dari si bodoh itu.

Wednesday, January 28, 2015

New Journey... apalah artinya itu?

Lama tak bersua... hahahaha... kata mereka blog ini sudah jamuran, penuh sarang laba-laba dan debunya sudah 10 cm... hahaha memangnya rumah kosong, ini kan jejaring sosial.
ah. apalah itu...

judul postnya "New Journey" sok-sok inggris gitu. hahahaha. tapi isinya entah apa. lama tidak nulis itu bagaikan pohon tak berdaun. jiah. pohon tak bedaun, sok pakai frasa tapi artinya kurang jelas. hahahahaha.

intinya sih cuman mau mulai mengaktifkan lagi situs ini. hahahaha. potingan terakhir kalau tidak salah setahun yang lalu deh, atau mungkin lebih. kurang ingat juga sih, maklum umur sudah tua. hahahahaha. lama ditinggalin hobbi nulis ini seakan memudar, masalahnya di sibukkan sama trip inilah trip itulah, belum lagi kuliah yang numpuk. hahahahaha. malah ngeluh. yah, sudahlah sekarangkan sudah bisa nulis lagi...

maaf ya kalau postingan ini tak bermutu dan tak bermakna. tapi inilah permulaan baru dari perjalanan Kaktus Hitam.

Tuesday, May 28, 2013

Mineral Kuarsa

KUARSA
Sejarah penemuan dan penamaan
Penemuan kuarsa dimulai pada abad ke 17, Nicholas Steno mempelajari kuarsa berdasarkan kristalografinya, ia menemukan bahwa kristal kuarsa merupakan prisma panjang dengan setiap sudut sebesar 60°. Pada tahun 1880, Jacques and Pierre Curie menemukan sifat piezoelectricity. Pada tahun 1921, Walter Guyton Cady mengembang osilator atau resonator kuarsa untuk pertama kalinya. Pada tahun 1923, George Washington Pierce mematenkan desain osilator kuarsanya. Pada tahun 1927, Warren Marrison menciptakan osilator jam berdasarkan prinsip yang digunakan oleh Cady dan Pierce.
Secara etimologi Kuarsa atau Quartz berasal dari Bahasa Jerman yaitu Quarz yang mana berasal dari Slavic, pekerja tambang Ceska menyebutnya sebagai kÅ™emen
Nama Kuarsa (Quartz) berasal dari bahasa Saxon, "Querkluftertz", atau yang disebut dengan cross-vein ore.

Sifat fisik Kuarsa
Kuarsa (silicon dioxide atau SiO2) adalah mineral tunggal utama di bumi. Terdiri dari banyak warna dan bentuk. Kuarsa juga dapat berwarna coklat, hitam ataupun ungu (amethyst), jarang terdapat berwarna hijau dan warna warna lainnya tergantung dari campuran yang terkandung di dalamnya. Apabila kita telah terbiasa dengan mineral kuarsa ini maka akan mudah sekali untuk mengenalinya dalam bentuk yang bermacam-macam. Kuarsa memiliki cerat berwarna putih, sehingga jika mineral kuarsa ( apapun warnanya ) digoreskan pada lempeng porselin atau mineral lain yang lebih keras daripada kuarsa,  maka warna dari serbuk kuarsa yang menggores tersebut akan berwarna putih. Dalam skala MOHS, kuarsa memiliki derajat kekerasan 7, sehingga untuk menggoresnya kita bisa menggunakan mineral topaz ( yang memiliki kekerasan 8 ) atau dengan amplas yang memiliki permukaan kasar. Kilap dari kuarsa adalah kaca. Jika kita pantulkan seberkas cahaya pada kuarsa, maka kilap yang dihasilkan memberikan kesan seperti kaca. Selain itu, kuarsa juga bersifat tembus cahaya, sehingga dari sifat transparansinya termasuk mineral yang Transparant.
Dilihat dari ciri – ciri fisiknya, seperti kalsit,  kuarsa juga memiliki warna yang bervariasi, umumnya putih, ungu, coklat, bahkan tak berwarna. Bahkan, beberapa spesimen ada yang memiliki multiwarna atau bahkan bercampur ( seperti putih keunguan ). Hal ini karena magma yang menyusun mineral tersebut bersifat asam. Kuarsa memiliki rumus kimia SiO2 , berat molekul 60,08 gm, dengan komposisi :
·         (Si)  Silikon  46,74 %
·         (O2) Oksigen  53,26 %
           Berdasarkan literatur yang ada, kuarsa memiliki berat jenis 2,6 - 2,7, yang berarti berat kalsit ketika di luar air lebih besar 2,6 - 2,7 x dibanding ketika di dalam air. Kuarsa tidak memiliki belahan, sehingga belahannya tidak menentu karena tidak adanya bidang belahan. Kuarsa memiliki pecahan ( fracture ) concoidal, yaitu memperlihatkan gelombang yang melengkung di permukaan, seperti kenampakan bagian luar kulit kerang atau botol yang dipecah.
           Sifat dalam ( tenacity ) dari kuarsa adalah rapuh ( brittle ), sehingga bila digores menjadi tepung / bubuk dan mudah hancur jika diberi gaya. Bentuk kristalnya hexagonal, dengan kelas simetri dihexagonal bypiramidal. Kuarsa bersifat diamagnetic, sehingga tidak dapat ditarik oleh magnet.
           Kuarsa tergolong di dalam mineral silikat, dicirikan oleh adanya ikatan antara unsur Si dengan O . Silikat merupakan gugus molekul yang mengandung SiO4 tetrahedral. Golongan mineral ini meliputi 25 % dari keseluruhan mineral yang dikenal dan 40 % dari mineral yang umum dijumpai pada batuan.
Contoh lainnya : Feldspar, olivine, piroksin ( augite ), hornblende, kaolin, dll.
Pada dasarnya kuarsa yang murni disebut kristal. Kristal selalu menunjukkan enam sisi pada bagian luar, sedangkan di dalam ketika kita belah kuarsa tidak mempunyai arah belahan. Bentuk fracture conchoidal dan kilap kaca adalah penciri utama mineral kuarsa ini. System Kristal kuarsa adalah heksagonal.

Kemunculan kuarsa pada batuan
Mineral kuarsa terdapat di semua jenis batuan Batuan Beku asam sampai intermediet, Batuan Sedimen dan pada batuan metamorf  sering dijumpai dalam bentuk urat kuarsa.
Mineral kuarsa banyak dijumpai pada kebanyakan daerah geologi, tetapi pada umumnya terbentuk pada batuan sedimen seperti batu pasir dan pada batuan beku tertentu seperti granite. Pada batuan granite butiran kuarsa biasanya muncul berwarna abu-abu. Pada waktu batuan kristal ini terbentuk jauh di bawah permukaan, mineral kuarsa adalah mineral yang terakhir kali terbentuk dan biasanya tidak mempunyai ruang untuk membentuk kristal. Pada batuan pegmatites, kuarsa kadang-kadang membentuk kristal yang sangat besar bisa mencapai beberapa meter.
Pada batuan metamorf seperti gneiss, kuarsa terkonsentrasi di dalam garis garis dan urat urat batuan. Pada keadaan ini butirannya tidak mengambil type bentuk kristalnya.
Kuarsa memiliki banyak variasi nama dibandingkan dengan mineral lain. Mineral Chalcedony, contohnya, adalah salah satu varietas dari kuarsa. Juga dikenal sebagai Microcrystalline Quartz, karena bentuk kuarsanya yang hanya dapat dilihat secara microscopic, compacted crystals. Namun, kebanyakan referensi menyebutkan kuarsa dan chalcedony merupakan mineral yang berbeda. Variasi kuarsa lainnya adalah Citrinedan rose Quartz.
Beberapa macrocrystalline (kristal besar) varietas yang terkenal dan populer sebagai batu hias dan sebagai batu permata.
·         Amethyst adalah berbagai batu permata ungu.
·         Citrine adalah kuning ke berbagai batu permata oranye yang langka di alam tetapi sering dibuat dengan memanaskan Amethyst.
·         Milky Quartz adalah berbagai putih berawan.
·         Prasiolite adalah daun bawang hijau batu permata berbagai yang langka di alam tetapi dibuat oleh pemanasan Amethyst dari lokasi tertentu.
·         Batu kristal adalah berbagai jelas yang juga digunakan sebagai batu permata.
·         Rose kuarsa adalah merah muda kemerahan berbagai merah muda.
·         Kuarsa berasap adalah coklat sampai berbagai abu-abu.
Cryptocrystalline (kristal terlalu kecil untuk dilihat bahkan oleh mikroskop) varietas juga digunakan sebagai semi-batu berharga dan untuk keperluan pajangan. Varietas ini dibagi lebih banyak karakter daripada dengan warna.
Primer varietas kalsedon adalah sebagai berikut:
·         Agate adalah berbagai banded (kadang-kadang dengan band tembus)
·         Bloodstone hijau dengan merah Speckles
·         Carnelian berwarna kuning sampai jingga
·         Chrysoprase hijau
·         Flint umumnya hitam dengan struktur mikroskopis berserat
·         Jasper adalah setiap batu akik berwarna-warni
·         Onyx hitam, putih, atau bolak hitam dan putih
·         Sard berwarna kuning hingga coklat
·         Sardonyx adalah banded, bolak sard dan (biasanya putih) onyx

Sifat optik Kuarsa
Sifat Optik Yang Khas :
·         Colorless, relief rendah
·         Bentuk tak beraturan, dalam batuan umumnya anhedral
·         Tidak punya belahan
·         Gelapan bergelombang
·         Warna interferensi abu2 orde1
·         TO sumbu I (+)
·         nw = 1.544
ne
 = 1.553
·         Orientasi optik:  sumbu optik terletak pada sumbu c, perpanjangan kristal memotong ujung-ujung sumbu yang berlengan pendek.
·         Komposisi: kandungan dasarnya berupa SiO2, meskipun bekas kandungan mineral dari Ti, Fe, Mn, Al, kemungkinan dapat ditemukan.
·         Sifatnya tidak mudah terubah dan sangat stabil pada lingkungan yang mudah mengalami pelapukan

Genesa
Genesa mineral Kuarsa, mineral ini mempunyai ukuran yang kecil, ini berarti menunjukan bahwa mineral ini paling akhir terbentuk oleh karena mineral ini tidak mempunyai cukup ruang untuk terbentuk sesudah  mineral-mineral lain terbentuk. Dari bentuk mineral yang anhedral dapat diketahui mineral ini terbentuk paling akhir karena bidang batas mineral dipegaruhi oleh mineral lain sehingga bidang batasnya hampir tidak terlihat, kemudian terdapatnya sedikit pecahan pada mineral ini menunjukan bahwa mineral ini terletak pada di akhir oleh karena itu mineral ini mempunyai resistensi yang tinggi dan mineral ini terdapat pada batuan beku asam hal ini dikarenakan mineral ini terbentuk di akhir (semakin keatas sifatnya semakin basa dan semakin kebawah semakin asam).
Asosiasi
Mineral kuarsa dapat berasosiasi dengan berbagai jenis mineral yang menyusun batuan, baik itu batuan beku asam, intermediet, batuan sedimen, piroklastik, maupun pada batuan metamorf.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.minerals.net/mineral/silicate/tecto/quartz/quartz.htm
http://www.minsocam.org/MSA/collectors_corner/arc/silicanom.htm
http://www.mindat.org/min-3337.html
http://www.webmineral.com/data/Quartz.shtml
http://www.handbookofmineralogy.org/pdfs/QUARTZ.pdf